Kesalahan Umum Saat Melakukan Penagihan Utang Perusahaan

penagihan utang perusahaan

Penagihan utang adalah salah satu proses yang penting dan rumit dalam bisnis. Ketika tidak dilakukan dengan tepat, proses penagihan bisa memengaruhi kondisi finansial dan berakibat buruk pada reputasi perusahaan. Karena itu, dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang cukup agar proses ini berlangsung dengan baik dan tidak menimbulkan masalah baru.

Sayangnya, banyak perusahaan yang tidak mengetahui cara-cara melakukan penagihan. Akibatnya, mereka sering kali jatuh pada kesalahan umum yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi perusahaan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan penagihan utang yang kerap kali dilakukan perusahaan:

1. Metode Penagihan yang Tidak Etis

Dalam hukum Indonesia, hubungan kreditur dengan debitur merupakan hubungan hukum keperdataan. Jika debitur tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran, maka kondisi tersebut disebut sebagai wanprestasi. Sehingga muncul konsekuensi hukum berupa hak kreditur untuk menuntut pemenuhan prestasi, ganti rugi, atau pelaksanaan eksekusi terhadap jaminan. Hak ini dapat dipenuhi melalui mekanisme hukum untuk mencapai kesepakatan.

Sayangnya, beberapa kreditur kadang-kadang mengambil metode penagihan yang tidak etis untuk mendapatkan haknya. Ancaman dan kekerasan, perampasan barang secara paksa, hingga mempermalukan debitur dianggap sebagai cara yang ampuh untuk melakukan penagihan. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa cara-cara tersebut tidak dibenarkan secara hukum. Jika dilakukan, perbuatan tersebut dapat beralih dari ranah perdata ke ranah pidana.

Sebagai solusi, Anda bisa memilih pengadilan sebagai penyelesaian. Dalam hal ini, pengadilan berperan sebagai penengah yang objektif antara kreditur dan debitur agar nantinya kreditur bisa mendapatkan haknya untuk memperoleh pelunasan piutang.

2. Kesalahan Prosedural dan Administrasi

Salah satu penyelesaian sengketa utang adalah melalui jalur hukum. Untuk itu, Anda memerlukan dokumen dan bukti pendukung yang sah. Dokumen ini bisa berupa data komunikasi, faktur, atau perjanjian utang piutang yang sah. Sayangnya, banyak perusahaan yang tidak menyimpan data ini dengan baik, sehingga dokumentasi pendukung jadi kurang memadai.

Kesalahan penagihan utang perusahaan lainnya adalah pengiriman faktur yang tidak jelas atau kurang mendetail. Khususnya mengenai jumlah utang, jatuh tempo, dan rincian bunga atau penalti. Selain itu, prosedur penagihan juga harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Anda perlu memberikan SP 1, 2, dan 3 yang resmi terlebih dahulu sebelum menggunakan pihak ketiga sebagai penagih utang.

3. Kesalahan Komunikasi dan Strategi

Kesalahan lainnya yang kerap dilakukan oleh perusahaan adalah komunikasi dan strategi yang kurang tepat. Kadang-kadang perusahaan menunda penagihan setelah jatuh tempo. Salah satu pertimbangan penundaan ini adalah khawatir akan merusak hubungan bisnis yang sudah terjalin. Padahal, semakin lama Anda menunda penagihan, semakin sulit juga penagihan utang dilakukan. 

Selain itu, penting juga untuk melakukan follow-up rutin setelah jatuh tempo. Tanpa adanya follow-up, debitur akan mendapatkan kesan bahwa pembayaran tidak terlalu penting. Karena itu, penting untuk melakukan follow-up secara berkala, baik melalui telepon maupun media komunikasi lain yang diperlukan.

Dalam melakukan penagihan utang perusahaan, Anda juga perlu mempertimbangkan kondisi debitur. Dengan begitu, Anda bisa menerapkan pendekatan yang lebih personal dan tepat. Menggunakan pendekatan yang sama untuk semua kondisi debitur sering kali justru memberikan hasil yang tidak sesuai harapan.

 

Itulah beberapa kesalahan penagihan utang yang umum dilakukan perusahaan. Jika dilakukan, kesalahan-kesalahan ini dapat membuat reputasi perusahaan menjadi rusak karena citra yang tidak profesional dan kejam. Selain itu, beberapa kesalahan juga bisa mengarah ke tuntutan pidana atau sanksi administratif dari OJK. 

Untuk menghindari hal ini, Anda bisa berkonsultasi dengan jasa penagihan utang profesional yang berpengalaman di bidangnya. Dengan bantuan https://masterdebtcollector.id/, Anda bisa mendapatkan informasi serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Related Posts: