Banyak perusahaan menggunakan jasa penagihan utang dengan berbagai macam alasan. Utamanya, karena menagih sendiri sering gagal mendapatkan solusi. Debitur menghilang, kabur, atau menjadi sulit dihubungi sering sekali terjadi. Di sisi lain, utang dengan nilai besar yang menggantung begitu saja tanpa ada kepastian terus-menerus membebani arus kas.
Biasanya, penagihan sendiri atau penagihan internal dilakukan dengan mengingatkan debitur melalui telepon, surat elektronik, hingga somasi. Jika diperlukan, tim penagihan internal juga dapat mendatangi langsung kantor debitur.
Mengapa Menagih Sendiri Sering Gagal?
Sayangnya, penagihan sendiri sering gagal karena berbagai sebab, di antaranya:
1. Kurangnya Keahlian
Meskipun terkesan sederhana, menagih utang membutuhkan keahlian khusus dan teknik negosiasi yang baik. Apalagi jika Anda menghadapi debitur yang sulit, menghindar, atau tidak memiliki itikad baik sejak awal. Kurangnya keahlian dalam negosiasi dan manajemen konflik membuat penagihan sering kali berujung macet.
2. Keterbatasan Sumber Daya dan Waktu
Melakukan penagihan utang membutuhkan waktu dan fokus yang intens. Sementara itu, perusahaan sering kali terlalu sibuk dengan kegiatan operasional inti. Sehingga penagihan utang tidak menjadi prioritas atau dilakukan secara tidak konsisten.
3. Hubungan Emosional atau Bisnis
Adanya hubungan baik antara staf internal dengan debitur juga menjadi hambatan tersendiri. Staf internal jadi merasa sungkan atau tidak enak menekan debitur saat melakukan penagihan. Akibatnya, penagihan jadi terkesan tidak tegas.
4. Debitur Menghindar
Debitur yang dengan sengaja memiliki itikad tidak baik biasanya akan menghindari staf perusahaan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan cara memblokir kontak staf tersebut atau menghilang setiap kali ditemui. Untuk mencari debitur seperti ini, dibutuhkan alat pelacakan yang memadai dan sering kali perusahaan tidak memiliki alat tersebut.
5. Risiko Legalitas
Penagihan internal juga lebih berisiko menimbulkan masalah hukum. Apalagi jika staf yang bertugas tidak terlalu memahami aturan OJK tentang penagihan. Bisa saja petugas tersebut melakukan penagihan secara berlebihan atau bahkan melakukan intimidasi tanpa sengaja yang ternyata menyalahi aturan penagihan yang berlaku.
Mengapa Perusahaan Beralih ke Debt Collector?
Setelah mengetahui alasan penagihan internal sering gagal, banyak perusahaan yang akhirnya memilih menggunakan jasa debt collector secara profesional. Ada banyak manfaat yang bisa dirasakan perusahaan dengan mengalihkan penagihan ke debt collector, di antaranya:
1. Efiensi Waktu dan Biaya
Dibandingkan dengan menggunakan staf internal, penagihan dengan debt collector sering kali lebih murah. Apalagi jika pembayaran dilakukan sesuai dengan persentase dari utang yang berhasil ditagih. Sementara itu, perusahaan dapat kembali fokus pada aktivitas operasional dan pertumbuhan bisnis tanpa harus pusing dengan piutang macet.
2. Profesionalisme
Debt collector yang berpengalaman bekerja berdasarkan surat kuasa dan mematuhi etika penagihan. Sehingga nama baik perusahaan di mata hukum akan tetap terjaga. Di samping itu, mereka juga memiliki keahlian yang diperlukan dalam melacak debitur yang hilang dan keahlian dalam negosiasi persuasif. Dengan begitu, kemungkinan utang terbayar akan menjadi lebih besar.
3. Peningkatan Arus Kas
Selain itu, debt collector profesional juga dapat membantu mengubah piutang tak tertagih menjadi uang tunai atau kas dengan cepat. Hal ini penting agar likuiditas perusahaan tetap terjaga.
Perlu diingat bahwa debt collector berperan sebagai perpanjangan tangan atau perwakilan dari perusahaan untuk melakukan penagihan. Karena itu, penting untuk mencari debt collector legal dan profesional yang mengerti hukum seperti Master Debt Collector. Untuk menghubungi debt collector berpengalaman, Anda bisa berkunjung ke https://masterdebtcollector.id/.







